Sabtu, 03 November 2012

Aku dan Tuhan



Manakala aku jatuh cinta, dan ketika itu hanya Tuhan dan aku yang tahu
Tuhan berbsisik padaku, “inilah salah satu fitrahKu padamu nikmatilah, manis dan pahitnya dan jika kau berhasil, kau akan menemukan makna didalamnya”
dan pada saat itu aku hanya tersenyum, aku bahagia merasakanya.
ketika hari-hari dilewati dengan senyum tak berkesudahan yang nampak kekal
tapi senyum itu hanya untukku sendiri, Tuhan terus memperhatikan.

Lambat laun senyumku memudar dan getirnya mulai terasa pada saat itu juga aku bersedih, aku menangis dan mengadu pada Tuhan.
Maha Pengasihnya Tuhanku, seketika itu dalam hari-hariku aku selalu dihiburNya banyak cerita yang ia tuturkan tentang cinta, cinta Hamba-hambanya.
Cinta antar manusia, cinta makhluk pada Nya dan ditutup dengan cerita cintaNya pada hambaNya. Seketika itu juga tangisku meledak tak tertahankan, Tuhan tersenyum.

Rabu, 31 Oktober 2012

O.o


Untuk kali ini, lagi......terasa terseok dan tertatih, mersa terlalu banyak onak dan duri yang mengiringi dan berpikir lelah telah menghadang.

Merasa sakit, merasa sedih, merasa kacau, merasa lemah dan hanya merasa tanpa melihat realita.

Kedua kelopak mata mengatup tak terpisahkan, dunia selalu gelap dirasa, kembali hanya dapat merasa.

Rasa, rasa, rasa, hanya rasa…sangat disayangakn jika semua hanya dirasa kapan semua rasa ini akah berakhir?

Mungkin ketika sirat fajar memancar, semoga lekas terjaga. Ini bukan hanya sekedar harap atau do’a. ini tindakan.

Sadarkah?

Selasa, 30 Oktober 2012

ada dua buku yang pernah saya baca waktu SMA dan sampai saat ini melekat dan mempengaruhi saya saat itu hingga kini ahahahaha...




sumber gambar: http://damarshare.blogspot.com/2011/05/download-kenapa-harus-pacaran.html

sumber gambar: http://rheinfathia.blogspot.com/2007/10/jadian-6-bulan.htmlssss



buku-buku jadul...saya baca buku ini sekitar tujuh tahun yang lalu, ketika saya masih duduk di bangku kelas satu SMA. yang satu semacam buku pengembangan diri yang satu lagi novel remaja gitu...
buat ade-ade yang baru gede, masih remaja unyu-unyu yang pikiranya belum bebal dan belum terkontaminasi hal-hal yang lain saya sarankan buat baca ini deh,,,namun untuk saat ini buku-buku ini sudah jarang dan nampaknya tidak terbit lagi....tapi tenang kan sekarang ada internet, coba ajah cari versi e-book nya,,,,,mudah-mudahan ada :)

Minggu, 28 Oktober 2012

fresh Graduate....New Me :)



Sekarang saya sudah resmi bukan lagi seorang mahasiswa, saya seorang sarjana pendidikan yang mengemban tugas mendidik anak bangsa. *Tsaaaah berat amat yak*

Setelah lulus kuliah apa yang saya rasakan? Bahagia? Lega? senang? Tentu saja semua itu yang saya rasakan karena perjuangan saya dan orang tua saya selama ini dalam dunia perkuliahan telah usai, meskipun sedikit terlambat :p. Namun euphoria kesenangan itu hanya bertahan dua hari saja dalam kehidupan saya, Setelahnya? Rasa gelisah menghatui saya. Apa yang akan saya lakukan setelah ini? siapkah saya menghadapi kehidupan bermasyarakat yang sebenarnya? Mungkin Semua itu saya rasakan karena saya belum memiliki tujuan hidup yang jelas sehingga saya masih ragu untuk menapaki jenjang kehidupan berikutnya. Ah bukan….yang saya takutkan saat itu adalah kehilangan teman-teman yang beberapa tahun terakhir mengisi hari-hari saya, saya juga belum ingin meninggalkan Bandung dengan segala kenangan didalamnya.

Akhirnya dengan  berat hati pada awal oktober 2012 saya meninggalkan Bandung untuk jangka waktu yang tidak bisa ditentukan, entah kapan saya bisa kembali ke kota itu lagi. Tanpa sadar saya mulai menyatu dengan bandung, udaranya, suasananya, orang-orangnya, bahasanya, dan tentu saja kulinernya :D. terus terang saya lebih suka udara dingin dibandingkan dengan udara panas, saya lebih tahan dingin, waktu masih berada di kost-kostan saya suka membuka pintu atau jendela kamar selepas subuh, saya biarkan udara dingin memasuki kamar saya dan menggantikan udara yang semalaman ada dikamar saya. Aah belum lagi airnya yang terkadang sedingin air es yang membekukan, dan saya berharap ketika suatu saat nanti saya bisa kembali ke sana saya masih dapat merasakan itu semua.

Yang paling berat untuk saya tinggalkan adalah teman-teman, apalagi teman-teman seperjuangan ketika detik-detik terakhir pergulatan dengan skripsi. Tidak dipungkiri jarak, waktu dan kebutuhanlaah yang mendekatkan kami, dan saya berharap semua itu tidak akan bisa menjauhkan kami. Haaah kata-kata saja tak cukup untuk mendeskripsikan mereka, mendeskripsikan kedekatan kami, menceritakan keseharian kami. Mungkin nanti bukan hal-hal besar yang saya rindukan dari mereka, mungkin hanya sekedar kunjungan ke kamar kost sepulang dari kampus, pertanyaan “mau cari makan bareng??”
“ada di kostn?lagi apa?” “ke kampus?” hal-hal kecil yang hampir setiap hari kami lakukan bersama. Mereka bukan teman yang ada disaat saya sedih, tapi juga bukan hanya hadir disaat saya senang, tapi mereka selalu ada dalam keadaan apapun, kami tertawa bersama, menangis bersama dan pusing bersama hingga makan bersama.

Sekarang saya sudah berada di kota tempat saya dilahirkan, dibesarkan dan tempat dimana kedua orang tua saya tinggal dan menetap, Cirebon. Sejak saya lahir Cirebon memang panas, tidak membutuhkan waktu yang lama dalam menjemur pakaian hingga kering, dulu waktu jaman sekolah saya kadang suka merasa kesal jika ada orang asli cirebon yang mengeluh “Cirebon panas ya…” kyaaaa rasanya ingin saya timpali perkataanya itu “pliss deh dari saya lahir juga Cirebon udah panas kenapa baru ngeluh sekarang” hahaha Cirebon memang kota pesisir pantai, sangat wajar kalo panas, beda sama bandung, kota yang dilingkup gunung yaa pasti adem. Karena perbedaan yang cukup jauh itulah saya harus berusaha keras untuk beradaptasi. Dari panas ke dingin, waktu jadi mahasiswa baru saya benar-benar harus mengumpulkan keberanian untuk mandi jika ada kuliah pagi, dan terciptalah kebiasaan mandi sehari sekali, karena memang di bandung saya jarang berkeringat yang membuat saya malas mandi hahahahaha *joroknyaaa* dan kebiasaan itu harus saya tinggalkan ketika saya sudah kembali ke Cirebon. Jangankan mandi sehari sekali baru selesai mandipun saya sudah berkeringat kembali, tak jarang saya harus mandi terlebih dahulu sebelum beranjak tidur. Jika boleh jujur panas di Cirebon tahun-tahun terakhir ini sedikit berlebihan lebih panas dai tahun-tahun sebelumnya. Bagian tubuh saya yang harus ekstra bekerja keras dalam adaptasi cuaca dan polusi udara adalah kulit, kulit saya termasuk kulit normal namun mudah kusam, apalagi saya termasuk perempuan yang malas membersihkan wajah. Bisa ditebak akhirnya? wajah jadi kusam dan berjerawat. ketika masih dibandung saya masih bisa tenang jika lupa membersihkan wajah sebelum tidur, sekarang? bersiaplaah menyambut kedatangan jerawat dipagi harinya.

Selain harus beradaptasi kembali dengan keadaan alam, saya juga harus beradaptasi dengan lingkungan dan kegiatan, lingkungan disini bukan lingkungan keluarga atau lingkungan tempat tinggal saya melainkan lingkungan tempat kerja. Alhamdulillah saya sudah diterima bekerja sebagai guru di sebuah SMP negeri di kabupaten Cirebon (untuk kisah saya sebagai guru honorer akan saya buat tulisan tersendiri) saya bekerja dari senin hingga sabtu, dari jam 6.45-14.00 (setiap harinya berbeda paling siang ya pkl. 14.00). hidup saya setelah bekerja cukup monoton bangun pagi-berangkat kerja-pulang-istirahat-mandi-mengerjakan tugas rumah/online-tidur-bangun dan begitu seterusnya selama enam hari dalam seminggu, haaaaa….saya bisa mati bosan lama-lama. Saya yang suka main, saya yang tukang alan-jalan, saya yang doyan berkuliner, saya yang bebas harus terjerat rutinitas yang sama setiap hari, rasanya ingin lari saja…………ditambah lagi disini tidak ada orang yang bisa saya jadikan tempat sampah untuk bercerita segala hal, saya tidak berani bercerita mengenai ha-hal kurang enak yang terjadi pada saya, saya tidak mau membebani mereka dengan cerita saya.

Di Cirebon ini saya jarang keluar rumah, kecuali untuk bekerja dan dimintai tolong oleh keluarga, dan saya rasa hidup saya jadi amat sangat membosankan. Beberapa waktu kemari saya coba untuk mencari hobi yang kira-kira menyenangkan, tadinya saya ingin memelihara hewan tapi sayang tidak dapat restu dari babeh. Pengen iih jalan-jalan keliling Cirebon, icip-icip makanan, duduk-duduk ngumpul sama temen-temen tapi…….. kebanyakan males keluar rumahnya, ditambah keadaan finansial sudah tidak seindah waktu jaman jadi mahasiswa. Hhmmm…saya menceritakan ini bukan karena saya kufur atas nikmat yang diberikan pada saya, saya semata-mata hanya ingin berbagi cerita mengenai yang saya rasakan. *saya suka typo, harap laporkan jika ada tulisan yang masih typo* maaciy…. :*

Rabu, 05 September 2012

my day

Alhamdulillah.......akhirnya bisa kebuka juga, jadi bisa posting-posting lagi deh.....

Manusia hanya berkehendak, tapi segalanyan Tuhan yang menentukan. Di tulisan sebelumnya sekitar bulan juni, saya bilang mau sidang tanggal 20 juni dan........gagal saudara-saudara. ijin dari salah satu pembimbing belum turun, alasanya? yaaaa pasti beliau punya alasan menasar mengapa belm mengijinkan saya mengikuti ujian sidang :) it's Ok gpp.....insya Alloh ujian sidang selanjutnya bisa ikut.

Alhamdulillahnya bulan agustus ada lagi ujian sidang, dan........akhirnya saya bisa ikut serta. setelahnya? jadi Sarjana Pendidikan dong saya nya ahahahahahaha.....

haa segala puji hanya milik Alloh swt Tuhan semesta Alam, setelah perjuangan sekian lama akhirnya lulus juga.  :) :)

Senin, 11 Juni 2012

mohon do'a restu..

Bissmillahirrahmanirrahim.......
eehhhmmmmm...
Asslamu'alaikum wr wb...


semuanyaaa...
insya Alloh saya akan melaksanakan ujian sidang skripsi bulan ini, dan jika tak ad aral melintang akan dilaksanakan tanggal 20 juni 2012.
semoga jadi...
ssemoga lancar....
semoga barokah....
semoga nilainya memuaskan....


amin......

Senin, 04 Juni 2012

KEBERBAKATAN (GIFTEDNESS)


Giftedness ialah istilah yang diberikan kepada sejumlah individu yang memiliki kemampuan superior dalam menyeimbangkan antara fakta-fakta, ide-ide dan berbagai hubungan. Intelegensi tinggi yang tidak biasa pada seorang anak, dapat menimbulkan berbagai masalah dan tantangan.
Beberapa ahli psikologi dan pendidik mendefinisikan giftedness umumnya didasarkan atas intelegensi yang tinggi. Adapun kriteria yang digunakan ialah batas minimum anak yang termasuk kelompok gifted ialah dengan skor IQ sekitar 130-140. Namun, seiring perkembangan waktu, untuk mengidentifikasi anak gifted tidak hanya mengandalkan skor IQ saja. Para ahli mengenalkan nilai dari faktor-faktor lain. Pertimbangan lain ialah kemampuan seseorang dalam bersosialisasi serta berbagai bakat yang mampu ia kembangkan, seperti di bidang musik, seni, mesin atau bahasa.
Mampu menguasai berbagai bakat dan kemampuan menunjukkan kecenderungan yang kuat bagi seseorang yang tergolong gifted.
Beberapa karakteristik umum anak gifted diantaranya ialah:
  1. Dapat belajar dengan mudah (cepat tangkap). Anak dengan kemampuan intelektual supeior dapat mempelajari suatu materi baru lebih cepat daripada anak dengan kemampuan rata-rata. Ia sering kali mulai bisa berjalan dan berbicara di usia yang lebih awal dan beberapa diantaranya telah mampu belajar membaca sebelum masuk sekolah.
  2. Memiliki minat yang luas. Anak gifted biasanya menunjukkan minat pada berbagai kegiatan dan bidang pengetahuan.
  3. Mengingat apa yang telah dipelajari. Seseorang yang tergolong gifted, memiliki daya ingat yang lebih kuat dari pada orang dengan kemampuan rata-rata.
  4. Menunjukkan rasa ingin tahu. Anak gifted seringkali mengajukan beberapa pertanyaan, dan ia akan membalikkan pertanyaan ketika jawaban atas pertanyaan tersebut tidak mampu memuaskan rasa ingin tahunya.
  5. Mampu berpikir secara abstrak. Anak gifted mampu diajak berdiskusi tentang suatu hal dengan level bahasa yang tinggi tanpa menggunakan ilustrasi apapun.
  6. Memiliki pembendaharaan kata yang luas. Anak gifted telah mengembangkan kosa kata yang luas sejak usia dini. Ia seringkali mengejutkan orang dewasa dengan memahami dan menggunakan kata-kata yang kompleks.
  7. Mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri. hal ini dikarenakan anak gifted sering memiliki ide-ide baru dan minat yang luas, jadi ia bisa mengalami kesulitan untuk menyesuaikan diri pada kegiatan yang dirancang untuk orang dengan intelegensi normal. Ia akan merasa tidak puas dengan program yang disusun untuk orang yang kemampuannya di bawah kemampuannya.
  8. Gemar membaca. Anak gifted lebih memilih menghabiskan waktunya untuk membaca buku, daripada untuk bermain dengan anak lain.
  9. Melakukan sesuatu dengan baik di sekolah. Anak gifted biasanya menunjukkan prstasi terbaik di sekolah. Ia mampu menguasai materi baru dengan cepat dan hanya menemukan sedikit kesulitan dalam mengerjakan tugasnya.
  10. Secara psikologis, ia lebih matang dari anak seusianya.
  11. Lebih memilih bermain dengan anak yang usianya lebih tua. Anak gifted lebih senang berdiskusi dan melakukan sesuatu yang ia sukai dengan orang yang usianya lebih tua dari dirinya.
  12. Memilih teman yang cerdas (intelek). Anak gifted lebih senang menghabiskan waktunya dengan anak-anak yang cerdas, agar ia dapat menstimulasi keingintahuan intelektualnya.
  13. Mudah melakukan generalisasi.
  14. Menyukai sekolah.
  15. Mampu mengorganisasikan materi dan ide-ide dengan mudah
  16. Memiliki selera humor yang baik
  17. Sangat kreatif
  18. Memahami elemen/unsur waktu. Anak gifted mampu mengenali elemen waktu seperti minggu, bulan, dan tahun sejak usia dini.
  19. Cakap dalam berbagai hal.
Etimologi
Banyak peneliti yang setuju dengan hereditas atau turunan, yang menjadi peran yang dominan dalam giftedness atau kecerdasaan. orang tua memiliki kecerdasaan jauh lebih memungkinkan memiliki anak yang intelgensi rata – rata atau  dibawah orang tuanya. Di studi panjang diatas 1500 individu gifted atau individu yang cerdas, ditemukan juga dalam subjek tersebut, beberapa anak di atas rata – rata. Bagaimanapun, ini tidak persis dengan turunan dari orang tuanya.
Orang tua rata – rata telah mengetahui anaknya memiliki kecerdasaan yang superior, beberapa orang tua yang memiliki kecerdasan atau berbakat, mempunyai anak dengan hanya kemampuan yang sedang atau cukup.
Pengalaman hidup dapat menjadi pengaruh terhadap performace atau penampilan anak dalam tes intelegensi. Lingkungan simulasi, untuk contohnya mungkin orang memungkinkan untuk mengungkapkan bakatnya. Setiap orang memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuannya, seperti untuk mencetak prestasi yang lebih tinggi dalam tes intelegensi tapi yang lain terdapat atau mempunyai kemampuan asli tetapi memiliki pendidikan yang sedikit.